
Mbah Roso Taklukan Ratusan Makhluk Halus.

RATUSAN atau tak terhitung mahluk halus bermacam jenis/level, penghuni bangunan tua didirikan di era penjajahan Belanda, Gedung Lawang Sewu Semarang,serta merta takluk, di bawah kendali alam kadigdayan "Mbah Roso". Aksi paranormal kesohor di tanah air tsb, mengemban missi Gubernur Jateng, H Mardiyanto dan Walikota Semarang H Sukawi Sutarip, sehubungan area gedung kuno luas 1 Ha itu, dipakai arena Semarang Expo 2007, diselenggarakan Jawa Pas Group selama dua pekan, mulai awal Mei 2007.
Tak hanya warga Semarang, bahkan Gubemur Jateng dan Walikota Se¬marang,di hinggapi rasa cemas, saat Panitya Semarang Expo 2007 dari Jawa Pos Group mengutarakan niatnya,akan melangsungkan kegiatannya,dibangunan Lan tai III gaya Eropah-Renaicans, yang wajahnya sudah kusam suram, tua, dan sangat angker, Gedung Lawang Sewu, lokasinya di jantung kota sekitar bundaran monumen Tugu Muda Semarang. Sebab, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tak di inginkan yang bersentuhan dengan keangkeran gedung tersebut. Dimana panitia, atau peserta, bahkan pengunjung, kemungkinan di goda atau dirasuki oleh para mahluk halus yang masih bergentayangan di gedung uzur itu.
Gedung kuno ini,saksi sejarah Kepahlawanan Pertempuran 5 Hari Sema rang (10-150ktober 1945). Dulu merupakan salah satu titik pusat pembantaian para lasykar pejuang oleh Tentara (penjajah) Kidobutai Jepang. Sebaliknya, para pejuang warga kota Semarang, terutama dari Angkatan Muda Kereta Api (AMKA), juga menghabisi Tentara Jepang yang mereka hadapi pada pertempuran di gedung tersebut. Setidaknya 5 jenasah AMKA (dari ratusan pejuang yang gugur) yang di potong-potong dengan samurai oleh Tentara Jepang, di makamkan dalam satu lahat di halaman depan Lawang Sewu. Waktu itu, ketikajenazah mereka ditemukan, keadaannya sangat menyedihkan dan rusak, akibat Tentara Jepang dengan sadis menjagalnya. Tubuh mereka terpotong-potong di cincang bagaikan daging kambing.
Gedung Lawang Sewu (bangunan berpintu seribu, karena pintunya dari kejauhan tampak banyak sekali), di dirikan oleh NIS, badan jasa angkutan ke ¬reta api lokal Semarang sekitarnya, di bawah penjajah Belanda (semacam BUMN, sekarang). Setelah Indonesia merdeka,gedung itu dilolajdigunakan oleh berbagai instansi sipil maupun militer, namun hak sepenuhnya berada di bawah BUMN perkereta-apian (PJKA KAI). Mengingat dana pemeliharaan gedung sangat besar dan PT.PJKA KAI tak mampu mendanai, membuat gedung kuno itu mangkrak terlantart ak terurus. Merubah wajah gedung keseluruhan kian muram dan angker, terutama di malam hari. Pernah suatu saat dikabarkan, gedung itu jatuh pa da Kroni Cendana,akan di sulap jadi hotel bintang lima. Tapi setelah Era Reforma si, khabar seperti itu pupus. Gedung Lawang Sewu pun kembali merana, seakan malam hari menjadi kraton para mahluk halus, khususnya para arwah penasaran yang bergentayangan disitu.
Dari informasi para tuna wisma yang nekat menghuni bagian-bagian ter tentu gedung tua itu, beberapa kali dalam kurun waktu berlainan, ada beberapa paranormal kesohor dari Jakarta atau beberapa daerah di Jateng,juga asal Serna rang sendiri, mencoba membersihkan Lawang Sewu agar tidak jadi pusat markas para hantu arwah penasaran. Sayang hasil usaha mereka nihil besar, mereka me myatakan, tak mampu mengusir para mahluk halus disitu, yang ternyata power¬kekuatanj daya ghaib hitamnya, luar biasa dahsyatnya. Hampir tiap jengkal tem¬pat di gedung kuno itu, di huni atau bersemayam mahluk halus dan para arwah¬yang kesulitan memasuki alam barzah secara normal.
Mendengar kecemasan Gubernur Jateng dan Walikota Semarang seperti itu, Mbah Roso diam-diamjuga merasa prihatin karenajika dibiarkan hal itu bi¬sa menghambat terlaksananya Semarang Expo 2007. Bulan suatu kebetulan, tiba-tiba Jawa Pos Group Semarang,mengontak Mbah Roso yang nama aslinya Drs H Imam Suroso MM, pendiri dan Sesepuh Padepokan Bumi Wali Songo Jateng; Yang berbasis di Jl.P.Diponegoro No.72 Pati 59111 Jateng, Telp/Fax (0295) 384034 /381379. Dalam kontak itu dipaparkan, bahwa Gubernur Jateng dan Walikota Semarang mengharapkan,agar Mbah Roso mengambillangkah nyata,yaitu berse¬dia membersihkan kawasan gedung tua Lawang Sewu dari anasir-anasir mahluk halus. Sehingga penyelenggaraan Sernarang Expo 2007 bisa berjalan arnan, Iancar, tertib dan sukses, tidak terkendala oleh kekuatan yang tidak kasat mata yaitu para roh/arwah nglambrang atau rnahluk-mahluk halus penganggu disitu.
Tiga hari sebelum Mbah Roso rnelaksanakan tugas dari petinggi perneri¬ntahan Jateng dan Semarang itu, dilakukannya persiapan Iahir bathin.Bersama an itu dari jarak jauh, melakukan penerawangan bathin terhadap situasi aura alam ghaib, yang melingkupi gedung tua Lawang Sewu. Dari penerawangan itu bi sa disimpulkan,alam ghaib Lawang Sewu terdiri dan terhuni oleh dua bagian.Ba gian bangunan bawah (lorong/ruang bawah tanah), menjadi kraton/dihuni lelem but yang memancarkan daya ghaib hitam/jahat/buruk (Banaspati, Lelepah, Kun tilanak, Genderuwo, Wewe, dan lain-lain). Sedangkan di bangunan atas, lantai sa tu, dua dan terutama tiga, di semayami oleh berpuluh-puluh arwah nglambrang¬dalam alam penasaran.
Di bagian-bagian yang rawan itu Mbah Roso melakukan aksi spiritualnya, dalam krida bathin mernbersihkan Lawang Sewu dari hunian para mahluk halus dari anekajenis dan level tersebut. Saat itu, menjelang jam.OO.OO, Mbah Roso di kawal santri-santrinya menggelar sajjadah, melakukan Shalat Khajjad 2 re¬kaJat. Setelah itu, sembari membawa sepasang tumpeng dan sesaji lengkap lainnya, tak lupajuga pusaka-pusaka yang dimiliki, memasuki lorong/ruang bawah tanah.
Disana Mbah Roso, bertafakur beberapa menit, agar mata bathinnya bisa meradar alam keghaiban yang ada di tempat itu. Paranormal ini seperti melihat, berpuluh sampai beratus mahluk halus berada di ruang bawah tanah tersebut, yang temyata dulu merupakan sel-sel tahanan di bawah tanah yang sengaja di buat Belanda. Dia merasa miris mendengar jerit tangis arwah yang terperangkap di ruang pen gab dan dingin itu. Mereka minta tolong agar dibebaskan dari siksa alam halus. Mereka temyata para tahanan yang menjemput ajal dengan ca ra teramat menyakitkan, kelaparan dan sekarat berkepanjangan. Siksa mereka terus berelanjut, manakaia arwahnya masih di ganggu sepanjang masa oleh para mahluk halus yang memiliki sifat ganas dan panas.
Pada saat itu, raga Mbah Roso bertubi-tubi disusupi oleh para arwah dan mahluk halus. Suatu saat santrinya menyapa Mbah Roso dan mendapat jawaban dalam nada berat, kasar dan besar. Temyata saat itu menyusup roh seorang Belanda, Van der Bok pada diri Mbah Roso. Semasa hidup dia adalah sipir¬penjara bawah tanah, sekaligus tukangjagal dan eksekutor para tahanan. Tragis nya, dia juga mati dibunuh dan di siksa oleh para tahanan yang melawan kekejiannya. Arwah Belanda keparat ini, juga sering berubah-ubah seperti layaknya Banaspati, suka mengganggu orang yang berada di seputar Lawang Sewu. Pada detik berikutnya, suara Mbah Roso terdengar kedl melengking, mirip ringkikan kuda atau anjing kesakitan. Saat itu diri Mbah Roso ditelusupi oleh mahluk haIus Kuntilanak.
Waktu puluhan mahluk halus itu di usir para santri, mereka berteriak dan berontak bahkan menantang duel segala.Intinya, mereka tak bersedia menin ggalkan tempatnya, selamanya akan disitu sampai akhir zaman. Menghadapi kebandelan para mahluk halus itu, Mbah Roso cepat bertindak tegas dan keras.Per tarungan terjadi antara Mbah Roso yang di keroyok oleh ratusan mahluk halus.